Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sobat Bising

Aku & Mentari Pagi Oleh : Arief Wibowo

Waktu selalu terganti oleh biasan sinar mentari di setiap pagi, yang kala itu cahaya pagi selalu menyambutku terbangun dari mimpiku, menandakan bahwa cerita baru telah di mulai namun aku selalu berharap terjebak selamanya dalam ilusi mimpi indahku sendiri, aku selalu takut akan sebuah ‘takdir’ yang masih menjadi misteri dalam dunia nyataku tapi itu hanyalah aku di masa lalu, hidup dalam jembatan yang bergoyang tak berani melangkah hanya selalu berpegangan hingga aku bertemu dengannya, dia yang kucari selama ini, dia sinar mentari di pagi hari yang selalu ku nanti, membuat kedua mataku benar-benar bisa melihat apa yang sebelumnya tak dapat kulihat, dengannya aku merasakan kedekatan, dengannya aku merasa nyaman, dan dengannya pula aku merasakan kebahagiaan.             Kisah ini dimulai 6 tahun yang lalu, bersamaan dengan berakhirnya  masa putih abu dan berawalnya masa kuliahku. Siapa yang menyangka bahwa cerita hidupku yang...

Teruntuk Ibu

Aku disini dibayang-bayangi kecemasan akan masa depan Tak kupedulikan diri ini Aku merasa lapar akan senyumanmu ibu Aku ingin melihatmu bangga atas apa yg kuraih Aku ingin kau memeluku dan menangis bahagia atas apa yang kucapai Aku ingin mempersembahkan kebahagiaan untukmu ibu Walau selalu engkau tak menagih itu Dan selalu engkau ucapkan " raihlah kebahagiaan maka aku akan bahagia "  kulangkahkan kakiku bersama restumu ibu Doa yg terucap akan selalu menyertaiku Kasih sayang darimu jadi selimut tebal yg menghangatkanku Ibu dalam kesunyian ini Aku merindukanmu, selalu merindukanmu "Tri Hardyanto Prabowo"

Passion Sebagai Refleksi Menentukan Jalan Hidup

Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses   dalam hidup adalah   banyaknya materi yang dimiliki   (rumah, mobil, uang dan harta lain).   Passion   (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak. Kemudian, b agi orang Asia,   banyaknya kekayaan   yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila   “lebih banyak orang menyukai “ cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan isteri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila “ perilaku koruptif ” pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu y an g wajar. Selanjutnya b agi orang Asia, pendidikan “ identik dengan hafalan ” berbasis “kunci jawaban” “ bukan pada kontekstual/ isi...

HANYA SESAAT

Oleh : Lugina Aizzani Ku tahu, Engkau tahu, Kita semua pun tahu, Dipanggung    ini tiada abadi, Disini kita hanya sementara, disini kita hanya sesaat saja, kita mainkan peran, Kaya. . . . Miskin. . . . Baik. . . . Jahat. . . . Tapi apa pun peran yang kita mainkan, sutradara berharap. . . . Diakhir cerita. . . . Sebelum layar panggung tertutup sebelum kaki melangkah dikehidupan yang abadi kita semua ada dijalannya