Skip to main content

Teruntuk Ibu

Aku disini dibayang-bayangi kecemasan akan masa depan
Tak kupedulikan diri ini
Aku merasa lapar akan senyumanmu ibu
Aku ingin melihatmu bangga atas apa yg kuraih

Aku ingin kau memeluku dan menangis bahagia atas apa yang kucapai
Aku ingin mempersembahkan kebahagiaan untukmu ibu

Walau selalu engkau tak menagih itu
Dan selalu engkau ucapkan " raihlah kebahagiaan maka aku akan bahagia "

 kulangkahkan kakiku bersama restumu ibu
Doa yg terucap akan selalu menyertaiku
Kasih sayang darimu jadi selimut tebal yg menghangatkanku

Ibu dalam kesunyian ini
Aku merindukanmu, selalu merindukanmu

"Tri Hardyanto Prabowo"

Comments

Popular posts from this blog

Kirana (Dalam Bayang Pendidikan)

Kirana adalah seorang sangat menggilai ilmu pengetahuan. Bahkan Kirana rela untuk menunda waktu menikahnya karena lebih mementingkan pendidikan formal. Kirana mendalami sekali ilmu-ilmu kajian sosial yang sedang hanggat maupun yang sudah lewat. Karena Kirana merasa kehidupan sosial memang sangat menarik dikaji terutama tentang fenomena-fenomena yang ada di lingkungan masyarakat. Karena kesukaannya tersebutlah Kirana menggilai pendidikan formal sehingga hidupnya banyak berkecimpung dalam buku-buku literatur dan kajian-kajian ilmiah. Suatu masa, Kirana melakukan sebuah penelitian dan pengkajian terhadap fenomena mengenai prostitusi disebuah lokalisasi. Disana Kirana bertemu dan dibantu dengan orang yang cukup berpengaruh dan paham mengenai dunia lokalisasi. Suatu waktu orang tersebut bertanya pada Kirana, “eh mbak, maaf memang apa tujuan mbak mengamati dan mengkaji dunia yang kami geluti ? apakah ada manfaat untuk kami dengan kajian yang mbak lakukan ?”. karena pernyataan orang ters...

Lagu balonku ada lima dan keberagaman Indonesia

Malam itu saya diajak berbincang dengan salah satu sahabat saya,kami akan membicarakan progres-progres gerakan kami dikantor,tapi sebelum itu ada pembicaraan diluar itu kebetulan dikantor sedang berkumpul kaum-kaum muda yang haus akan diskusi akhir nya kami membicarakan politik indonesia,agama,sampai pada pembahasan kebudayaan indonesia,saya lebih banyak menyimak pembicaraan mereka hanya sesekali saja saya memberikan komentar,suasana saat itu kadang serius kadang pula diselipkan candaan-candaan yang menggelitik seperti ada yang mengatakan ingin jadi presiden dan menyampaikan visi misi nya yang absurt,ada pula yang ingin jadi mentri-mentri nya untuk menjalankan visi dan misi yang absurt tersebut.           Setelah berbicara ngalor ngidul saya melihat suasana itu seperti balon yang mempunyai banyak warna,lalu saya membayangkan tentang indonesia itu seperti balon yang mempunya banyak warna ada hijau,kuning,kelabu,merah muda,dan biru bahkan indonesia mempunya...

Dengarlah

Dengarlah hai dengarlah penikmat duniawi, Kokok ayam pagi buta itu bukanlah sembarang suara, Dengarlah hai dengarlah perasa kesenangan Suara gonggong anjing dipagi buta itu bukanlah sembarang suara, Rasalah hai rasalah wahai perasa dunia malam, Suara serangga pagi buta ini bukanlah sembarang suara, Percayalah, sungguh percayalah. Wahai tuhan, aku tak kuasa melawan kehendakmu, Sungguh aku berpasrah. (Pen.: Mamang)