Skip to main content

Posts

Kirana (Dalam Bayang Pendidikan)

Kirana adalah seorang sangat menggilai ilmu pengetahuan. Bahkan Kirana rela untuk menunda waktu menikahnya karena lebih mementingkan pendidikan formal. Kirana mendalami sekali ilmu-ilmu kajian sosial yang sedang hanggat maupun yang sudah lewat. Karena Kirana merasa kehidupan sosial memang sangat menarik dikaji terutama tentang fenomena-fenomena yang ada di lingkungan masyarakat. Karena kesukaannya tersebutlah Kirana menggilai pendidikan formal sehingga hidupnya banyak berkecimpung dalam buku-buku literatur dan kajian-kajian ilmiah. Suatu masa, Kirana melakukan sebuah penelitian dan pengkajian terhadap fenomena mengenai prostitusi disebuah lokalisasi. Disana Kirana bertemu dan dibantu dengan orang yang cukup berpengaruh dan paham mengenai dunia lokalisasi. Suatu waktu orang tersebut bertanya pada Kirana, “eh mbak, maaf memang apa tujuan mbak mengamati dan mengkaji dunia yang kami geluti ? apakah ada manfaat untuk kami dengan kajian yang mbak lakukan ?”. karena pernyataan orang ters...

Dengarlah

Dengarlah hai dengarlah penikmat duniawi, Kokok ayam pagi buta itu bukanlah sembarang suara, Dengarlah hai dengarlah perasa kesenangan Suara gonggong anjing dipagi buta itu bukanlah sembarang suara, Rasalah hai rasalah wahai perasa dunia malam, Suara serangga pagi buta ini bukanlah sembarang suara, Percayalah, sungguh percayalah. Wahai tuhan, aku tak kuasa melawan kehendakmu, Sungguh aku berpasrah. (Pen.: Mamang)

Passion Sebagai Refleksi Menentukan Jalan Hidup

Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses   dalam hidup adalah   banyaknya materi yang dimiliki   (rumah, mobil, uang dan harta lain).   Passion   (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak. Kemudian, b agi orang Asia,   banyaknya kekayaan   yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila   “lebih banyak orang menyukai “ cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan isteri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila “ perilaku koruptif ” pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu y an g wajar. Selanjutnya b agi orang Asia, pendidikan “ identik dengan hafalan ” berbasis “kunci jawaban” “ bukan pada kontekstual/ isi...

Bukber : #CaraBising dan Teater Anak Emas

Bukber berasal dari dua suku kata, yaitu Buk = buka dan Ber = bersama. Buka bersama berarti suatu acara yang bertujuan untuk makan, minum, dan lain-lain guna membatalkan ritual puasa saat bedug magrib terdengar. Buka bersama biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih. Jadi apabila berbuka hanya dilakukan sendiri didalam atau diluar ruangan berarti itu namanya bukan buka bersama, karena tidak dilakukan bersama-sama, mengerti ! Oke kembali ke topik, pada buka bersama yang dilaksanakan pada tanggal 6 juni 2017 kemarin yang bertempat di kantor #CaraBising bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi sekaligus sarasehan. Kalau ada yang bertanya kenapa harus ada silaturahmi ? jawabannya mudah, kalau tidak ada silaturahmi berarti tidak ada pertemanan, tidak ada pertemanan berarti tidak ada sahabatan, tidak ada sahabatan berarti tidak ada saling mbribik, tidak ada saling mbribik berarti tidak bisa berjodoh.  Oke sedikit intermezzo agar ga spaneng, kembali ketopik lagi. Tujuan silat...

HANYA SESAAT

Oleh : Lugina Aizzani Ku tahu, Engkau tahu, Kita semua pun tahu, Dipanggung    ini tiada abadi, Disini kita hanya sementara, disini kita hanya sesaat saja, kita mainkan peran, Kaya. . . . Miskin. . . . Baik. . . . Jahat. . . . Tapi apa pun peran yang kita mainkan, sutradara berharap. . . . Diakhir cerita. . . . Sebelum layar panggung tertutup sebelum kaki melangkah dikehidupan yang abadi kita semua ada dijalannya

Lagu balonku ada lima dan keberagaman Indonesia

Malam itu saya diajak berbincang dengan salah satu sahabat saya,kami akan membicarakan progres-progres gerakan kami dikantor,tapi sebelum itu ada pembicaraan diluar itu kebetulan dikantor sedang berkumpul kaum-kaum muda yang haus akan diskusi akhir nya kami membicarakan politik indonesia,agama,sampai pada pembahasan kebudayaan indonesia,saya lebih banyak menyimak pembicaraan mereka hanya sesekali saja saya memberikan komentar,suasana saat itu kadang serius kadang pula diselipkan candaan-candaan yang menggelitik seperti ada yang mengatakan ingin jadi presiden dan menyampaikan visi misi nya yang absurt,ada pula yang ingin jadi mentri-mentri nya untuk menjalankan visi dan misi yang absurt tersebut.           Setelah berbicara ngalor ngidul saya melihat suasana itu seperti balon yang mempunyai banyak warna,lalu saya membayangkan tentang indonesia itu seperti balon yang mempunya banyak warna ada hijau,kuning,kelabu,merah muda,dan biru bahkan indonesia mempunya...

Apa Itu #CBTandangGawe ?

#CBTandangGawe  adalah sebuah kegiatan positif yang kami tekuni. #CBTandangGawe juga adalah sebuah wadah kreatifitas dari kami guna menginspirasi anak-anak muda untuk berfikir kreatif. Salah satu kegiatan kreatif yang kami lakukan adalah memproduksi tas lukis. Kalau anda penasaran kenapa kami memproduksi tas lukis ? baiklah kami akan memberikan alasannya. Alasan pertama kenapa kami memproduksi tas adalah karena tas merupakan kebutuhan yang termasuk mendasar. Bayangkan apabila tidak ada tas betapa ribetnya kita membawa banyak barang-barang ketika mudik misalnya. Nah kembali ke topik, kenapa harus tas lukis ? karena tas yang dilukis bisa mempercantik tampilan tasnya. Kalau anda adalah seorang wanita cantik dan memakai tas lukis yang kami produksi, anda akan nampak cantik dua kali lipat tanpa harus membeli krim-krim kecantikan yang harganya menguras kantong. Karena tas yang kami produksi insya alloh akan menambah kecantikan dan penampilan anda. Baiklah langsung saja daripa...

Sokola Rimba

Sokola Rimba, Film yang mengangkat sebuah kebudayaan masyarakat Jambi pedalaman, film yang menarik. Film ini menunjukan betapa mereka, masyarakat pedalaman jambi yang dianggap "primitif" oleh orang-orang berdasi yang mengaku "berpendidikan" padahal faktanya mereka tidak lebih "primitif" dari orang-orang pedalaman ini. mereka, orang-orang pedalaman jambi ini lebih modern cara berpikirnya karena mereka sadar bahwa mereka tak akan bisa hidup tanpa alam. Berbeda dengan orang-orang "berpendidikan" yang hanya memikirkan kepentingannya untuk memperkaya diri tanpa memikirkan bahaya dari mengexploitasi hutan sumatra dengan semena-mena. orang-orang "berpendidikan" ini dengan seenak hatinya menebang hutan tanpa izin yang resmi dan berani membohongi masyarakat setempat yang tidak ada satupun penduduknya bisa membaca dan menulis dengan perjanjian yang menipu mereka. Mereka membohongi penduduk setempak dengan memanfaatkan kelemahan mereka y...

Pertemuan si GUNDUL

Si gundul seharusnya lebih cerdas mengahadapi situasi yang sedang mengganggunya ini, situasi yang dari beribu sudut sedang menyerangnya, sudut uang, sudut mental, sudut tanggung jawab, sudut kepercayaan kepada tuhan, sudut kesabaran, sudut ketenangan, dan masih banyak sudut lagi yang menghampiri si gundul. Melihat dari kejauhan gundul sepertinya lelah, gundul berjalan tak semangat, tidur pun tak semangat, akhirnya pada suatu ketika si gundul harus menyendiri di sebuah gua yang sangat gelap dan sempit, entah apa yang di pikirkan si gundul   untuk mengambil keputusan itu. Di tengah diamnya si gundul menangis sangat lepas, lalu gundul tiba-tiba ketakutan dan ingin segera keluar dari gua itu, di tabraknya dinding-dinding, sampai dia terguling-guling karena terburu-buru ingin keluar dari gua itu, sampainya di mulut gua, si gundul langsung bersujut masih sambil menangis, “aku tidak seimbang, aku tidak seimbang aku tidak seimbang” bisiknya pelan. Spiritual, mental, moral, intele...

CITA –CITA SAMPAI MATI

Dari kecil selalu di berikan pertanyaan, besok besar cita-citanya apa?, dan mungkin sebagian umat manusia memiliki cerita yang sama, jawabannya adalah, dokter,polisi,tentara,pengusaha,orang kaya dll. Lalu pertanyaannya jika cita-cita itu hanya menguntungkan untuk dirinya sendiri, apakah masih perlu cita-cita itu? lalu apakah memang kita hidup di haruskan untuk menjadi manusia yang individu? Dan akhirnya banyak manusia yang dengan sangat giatnya mengeruk keuntungan pribadi untuk mewujudkan cita-citanya itu? dan mungkin hampir tak pernah menanyakan mengapa dia ingin meraih cita-cita itu? lalu sebenarnya apa yang harus di cita-citakan? Pada dasarnya tak ada cita-cita yang akan tercapai selain cita-cita yang hanya berbentuk identitas, Dokter, guru, polisi, pengusaha, presiden, dll sangat mudah untuk di dapatkan sekali lagi Karena itu sifatnya hanya sebatas identitas, namun jika kita lebih mendalam tentang personalitas? Akan sulit kita sampai ke ujung akhir perjuangan. Namun...